Nonton They Call Me Babu (2019), JIFF

nonton They Call me Babu

Merinding, haru, dan hancur, rasanya itu adalah tiga ungkapan yang bisa saya katakan saat nonton They Call Me Babu (Ze Noemen Me Baboe). Sebuah cerita dokumentari dengan footage Indonesia di zaman penjajahan.

Seakan dibuat mengerti kenapa kata “babu” terdengar kasar di zaman sekarang. Enggak cuma itu tapi juga melihat sisi lain dari penjajahan Belanda terhadap Indonesia di masa itu. Ditambah lagi dengan adanya Jepang.

Hancur hati ini saat menyaksikan film They Call Me Babu. Teringat saat menyaksikannya pertama kali bersama dengan pasangan saya yang orang Belanda, ia pun menangis menonton film ini.

Saat kembali ke Indonesia, saya nonton film ini bersama dengan keluarga saya. Yep, mereka pun menangis. Kenapa begitu emosional? Berikut adalah beberapa informasi dan sinopsis serta link nonton They Call Me Babu untuk kamu.

Informasi They Call Me Babu (2019)

nonton They Call me Babu
Informasi film They Call me Babu

Film Dokumentasi They Call Me Babu atau yang disebut Ze Noemen Me Baboe di Belanda, di edit oleh Sandra Beerends. Ia mengumpulkan ratusan ribu waktu footage yang dia tonton dan edit untuk membuat film ini.

Tentunya film ini dibuat bukan hanya dari kumpulan footage saja, namun research yang sangat kuat dari Beerends benar-benar membuat film ini mindblown. Ia pun bekerja sama dengan Alima.

Tokoh narasi yang menceritakan tentang bagaimana kehidupan seorang babu atau mba pada masa penjajahan Belanda dan tidak berhenti di situ, namun juga pada masa penjajahan Jepang.

Film Dokumentasi Ze Noemen Me Baboe ini berhasil masuk ke nominasi Festival Film Jakarta 2021 dengan kategori Best Feature Documentary.

Sinopsis

Sinopsis They Call Me Babu

Alima, seorang gadis muda dari Jawa Tengah yang bermimpi untuk menjadi seorang guru. Mimpi nya lah yang membawanya ke sebuah pertualangan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Berangkat dari Jawa Tengah ke Bandung seorang diri, gadis berusia 20 tahunan ini memulai kisahnya sebagai seorang pembantu di keluarga Belanda. (Jangan bayangkan kehidupan gadis 20 tahun di Tahun 1939-1949 sama seperti gadis di Tahun 2020-2021 ya.)

Alima bekerja sebagai pembantu atau yang dipanggil Babu/Baboe/Baboo oleh majikannya. Ia ditugasi untuk mengurus anak ke-5 dari keluarga tersebut yang bernama, Jantje.

Dari sinilah juga Alima bisa pergi ke Belanda dengan kapal pesiar bersama dengan keluarga nyonya-nya. Ia berinteraksi dengan banyak orang Belanda selama perjalanan di kapal hingga akhirnya sampai di belanda.

Di Belanda Alima belajar mengenai budaya baru, bagaimana pembantu diperlakukan dengan baik di sana. Bahkan pembantu pun punya hari libur kalau. diBelanda.

Nggak cuma itu, Alima bahkan dipanggil nyonya saat berbelanja di Belanda. Ia merasa sangat senang sekali dan merasa dihargai.

Tibalah waktu di mana keluarga majikan Alima dan Alima harus pulang kembali ke Indonesia. Mereka pun pulang ke Jakarta menggunakan kapal pesiar lagi.

Naasnya, tidak lama setelah mereka kembali ke Jakarta tentara Jepang sudah berhasil menguasai Indonesia. Banyak orang Belanda yang tinggal di Indonesia ditahan dan dimasukan ke dalam camp khusus untuk orang Belanda.

Alima pun tidak dapatbertemu dengan keluarga majikannya. Ia merasa sepi dan sedih kehilangan Jantje yang sangat ia kasihi.

Nonton They Call Me Babu (2019)

Untuk mengetahui bagaimana kisah perjalanan Alima dan bagaimana kehidupan orang Indonesia dijaman penjajahan Belanda dan Jepang, yuk nonton They Call Me Babu.

Jakarta Film Fest

nonton They Call me Babu
nonton They Call me Baby di Jakarta Independent Film Festival 2021

Sebagai salah satu nominiasi Jakarta Independent Film Festival 2021 dengan kategori Best Feature Documentary, kamu bisa nonton They Call me Babu di Jakartafilmfest.com. Kamu hanya dapat menyaksikan filmnya selama periode festival ya.

Bisa kamu catat tanggal penayangannya adalah tanggal 19 Juli 26 Juli 2021. Website nya sangat mudah untuk kamu akses.

Kualitas filmnya juga sangat jernih, tidak hanya videonya namun juga suaranya. Jadi, kamu pasti enjoy banget nontonnya.

NPO Start

Selain itu kamu juga bisa streaming They Call Me Babu di npostart.nl, cukup dengan mengklik tulisan biru kamu sudah langsung terhubung ke situsnya ya.

Jangan khawatir, situs ini adalah situs resmi Belanda yang aman dan terpercaya. Jadi kamu juga nggak akan terganggu dengan iklan.

Nah, walau pun ini adalah situs Belanda namun filmnya menggunakan Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Jadi aman terkendali kok.

Review

“Kamu bukan diusir dari rumahmu, tapi kami mengambil kembali rumah kami.”

Alima

Sebuah penggalan yang sangat dalam artinya saat kamu nonton filmnya. Bagaimana perjuangan Indonesia dalam melawan penjajahan Belanda dan Jepang.

Bayangkan saja, 350 tahun Belanda di Indonesia hingga akhirnya mereka merasa bahwa Indonesia adalah rumah mereka. Berapa banyak orang Indonesia yang gugur di masa itu?

Sedih dan haru saat menyaksikan Alima kehilangan orang-orang yang dikasihi, namun juga ada rasa bangga saat orang Belanda pulang kembali ke negaranya.

Di sisi lain, pasangan saya merasa sulit memahami bagaimana Belanda bisa memulai perang kembali dengan Jepang padahal mereka baru saja bebas dari Jerman. Benar-benar sebuah film dokumentari yang menyentuh hati dan membawa kita terbang ke tahun 1939-1950.

Penutup

Trust me writing this article still gives me goosebumps. Jadi ya, film ini pantas banget untuk ditonton oleh orang Indonesia, Belanda dan Jepang. Kamu akan melihat POV yang luar biasa namun juga akan memberikan kamu sebuah POV tersendiri.

Semoga kamu suka saat nonton They Call Me Babu ya. Let me know what you feel dan kasih pendapat kamu di kolom komentar juga ya.

Ikuti juga artikel lainnya mengenai film di Selangkah.id

Be the first to comment

Leave a Reply